Mulyantomenolak kenaikan harga batu bara dijadikan alasan bagi PLN untuk melakukan pemadaman listrik secara bergilir hingga Maret 2021. "Kenaikan harga batu bara internasional terdongkrak naik, tentu akan diikuti dengan kenaikan HBA (harga batu bara acuan), yang diterbitkan pemerintah. Sudah barang tentu PLN akan mengacu pada HBA.
Jakarta - Masyarakat dihebohkan dengan adanya kabar kemungkinan adanya pemadaman listrik bergilir. Kabar itu dihembuskan pertama kali oleh Ketua Komisi VI RI Faisol Risa melalui akun Instagramnya postingannya itu, Faisol memperkirakan akan berlangsung sampai Maret. "Kemungkinan sampai Maret," tulis Faisol, Senin 25/1/2021.Dia mengatakan penyebab terjadinya pemadaman listrik bergilir adalah masalah pasokan batu bara yang terhambat. Penyebabnya mulai dari harga batu bara yang tinggi hingga faktor cuaca yang menimbulkan bencana banjir di Kalimantan Selatan. Kementerian ESDM pun buka suara mengenai isu pemadaman listrik Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana membenarkan terkait adanya kendala dari sisi pasokan batu bara. Dia menjelaskan batu bara memang masih memiliki peran besar dalam pasokan listrik di Indonesia khususnya di wilayah Jamali Jawa, Madura dan Bali."Sebagai contoh sistem Jamali, ukurannya bagaimana beban puncak terjadi. Beban puncaknya rata-rata berkisar 25 GW. Kurang lebih batu bara berkontribusi 65%, atau 16 GW-nya batu bara," tuturnya dalam konferensi pers virtual, Rabu 27/1/2021.Curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir di sebagian wilayah di Kalimantan, termasuk lokasi tambang batu bara. Dengan begitu produksi batu bara menurun. Bahkan menurut Rida tambang batu bara saat ini berubah menjadi sebuah itu, faktor banjir di Kalsel juga menghambat pengiriman batu bara ke pelabuhan. Hujan besar disertai angin juga menghambat pelayaran kapal tongkang pengangkut batu bara di begitu pemerintah sudah menyiapkan mitigasi untuk menghindari terjadinya pemadaman listrik bergilir. Pertama, menjaga reliability dari pemerintah meminta para Independent Power Producer IPP atau pembangkit listrik milik swasta untuk memaksimalkan produksinya. Sebab rata-rata stok batu bara milik IPP sekitar 25-30 hari, lebih tinggi dari rata-rata stok PLN 15 hari. Stok milik PLN itu pun rata-rata sudah mulai melakukan optimasi stok. PLN diminta menggenjot produksi PLTU yang memiliki stok masih banyak, sambil menunda produksi pembangkit yang stoknya sudah memaksimalkan penggunaan gas untuk pembangkit listrik. Mitigasi itu dilakukan jika seluruh pasokan batu bara untuk pembangkit terlambat datang secara serentak. Lalu jika penggunaan gas sudah maksimal, maka pilihan terakhir menggunakan BBM untuk pembangkit dalam rangka menjamin kualitas, jika dimungkinkan pengiriman batu bara akan dilakukan dengan oleh kapal vessel. Namun sayangnya belum tentu semua pelabuhan memiliki fasilitas yang bisa disandari oleh kapal melakukan penjadwalan ulang waktu perawatan pembangkit listrik. Setiap pembangkit yang sudah masuk jadwal perawatan rutin akan digeser agar pembangkit itu tetap bisa berani memastikan bahwa pemadaman listrik bergulir tidak akan terjadi di bulan Januari ini."Pertanyaan sangat mendasar pak Januari padam tidak sampai akhir bulan? Tidak, sekarang tanggal 27, tidak insha Allah tidak ada pemadaman listrik. Jadi sampai tanggal 31 Januari haqqul yakin Insya Allah tidak ada kekurangan pasokan listrik," bagaimana dengan Februari dan Maret? Rida mengatakan untuk Februari 2021 PLN membutuhkan tambahan pasokan batu bara sekitar 1,2 juta ton. Sebab saat ini rata-rata PLTU milik PLN mulai mengalami penurunan stok batu bara dari rata-rata 15 hari."Tapi sudah ditegaskan Pak Ridwan Dirjen Minerba dari sisi pemasok ada beberapa malah produsen batu bara yang melebihi DMO. Artinya komitmen tinggi. Saya kok yakin di Februari juga tidak akan ada sampai krisis seperti itu. Artinya, listrik menyala terus kami upayakan, mudah-mudahan tidak ada hal di luar pengetahuan kami," Maret, Rida berharap komitmen dari para produsen batu bara untuk menyuplai jatah domestik bisa terjaga. Sebab saat ini para pengusaha batu bara juga tengah menikmati harga yang tengah melambung tinggi di pasar internasional. Simak Video "Ribut Warganet soal Mati Lampu di Kawasan Jakarta-Bekasi" [GambasVideo 20detik] das/dna bright PLN Batam akan melakukan pemadaman bergilir pada Jumat (24/9/2021).Jakarta - Beberapa hari yang lalu masyarakat dikagetkan dengan adanya kabar bakal ada pemadaman listrik bergilir hingga Maret 2021. Kementerian ESDM pun berbicara mengenai isu pemadaman listrik bergilir ini awalnya dihembuskan oleh Ketua Komisi VI DPR RI Faisol Riza. Dia mengatakan penyebab terjadinya pemadaman listrik bergilir adalah masalah pasokan batu bara yang terhambat. Penyebabnya mulai dari harga batu bara yang tinggi hingga faktor cuaca yang menimbulkan bencana banjir di Kalimantan Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana membenarkan terkait adanya kendala dari sisi pasokan batu bara. Dia menjelaskan batu bara memang masih memiliki peran besar dalam pasokan listrik di Indonesia khususnya di wilayah Jamali Jawa, Madura dan Bali. "Sebagai contoh sistem Jamali, ukurannya bagaimana beban puncak terjadi. Beban puncaknya rata-rata berkisar 25 GW. Kurang lebih batu bara berkontribusi 65%, atau 16 GW-nya batu bara," tuturnya dalam konferensi pers virtual, Rabu 27/1/2021.Pada dasarnya pemerintah sudah mewajibkan DMO atau pasokan batu bara untuk dalam negeri sekitar 25% dari produksi yang utamanya untuk pembangkit listrik. Jika target produksi batu bara nasional 550 juta ton maka sekitar 137 ton batu bara untuk pembangkit listrik dalam jatah pasokan sebesar itu seharusnya tidak menjadi masalah. Namun faktor cuaca ekstrem dengan curah hujan yang tinggi menghambat pasokan batu bara dalam negeri."Ada kejadian yang di luar kebiasaan, bukan mau menyalahkan cuaca. Ke depannya harus diantisipasi cuaca sgt pengaruhi suply batu bara," hujan yang tinggi menyebabkan banjir di sebagian wilayah di Kalimantan, termasuk lokasi tambang batu bara. Dengan begitu produksi batu bara menurun. Bahkan menurut Rida tambang batu bara saat ini berubah menjadi sebuah itu, faktor banjir di Kalsel juga menghambat pengiriman batu bara ke pelabuhan. Selain itu hujan besar disertai angin juga menghambat pelayaran kapal tongkang pengangkut batu bara di pelabuhan."Karena anginnya membuat ombak tinggi maka izin untuk berlayar, walaupun batu bara sudah di pelabuhan, di kapal tongkang, izin ditahan untuk keselamatan. Sempat kejadian angin kencang, ngumpet di pulau-pulau kecil berlindung sampai aman," pengiriman batu bara menggunakan kapal tongkang dari Kalimantan membutuhkan waktu 4 hari. Namun karena cuaca pengiriman bisa memakan waktu lebih dari seminggu. Hal itu membuat stok di PLTU berkurang drastis dari yang tadinya 18 hanya itu, pengangkutan batu bara menggunakan kapal tongkang membuat batu baranya terkena hujan. Alhasil setibanya di pelabuhan batu baranya cenderung lengket dan menempel satu sama lain. Sehingga membuat kualitas batu bara menjadi menurun."Artinya kemampuan pembangkit jadi turun, ada penurunan kapasitas. Untuk memenuhi kebutuhan makanya dia ambil stok yang ada sehingga menggerus. Semuanya berdampak pada berkurangnya stok," tutupnya. das/dna
Untuklokasi dimaksud pemadaman dilakukan mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Berdasarkan keterangan Pandapotan, pemeliharaan jaringan ini diikuti oleh UP3 Lubukpakam, Medan, Medan Utara dan Binjai. Dia menjelaskan, pemeliharaan jaringan ini semata-mata untuk meningkatkan pelayanan PLN terhadap masyarakat.(trb)
Kementerian ESDM akan menanggapi kabar kemungkinan pemadaman listrik secara bergilir hingga Maret 2021 pada hari ini, Rabu 27/1. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono. Jakarta, CNN Indonesia - Kementerian ESDM akan menanggapi pernyataan Ketua Komisi VI DPR RI Faisol Riza mengenai kemungkinan pemadaman listrik secara bergilir hingga Maret 2021 nanti. Tanggapan itu akan disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana pada Rabu 27/1."Insyaallah besok Rabu 27/1 Pak Dirjen bicara ya mengenai kemungkinan pemadaman listrik bergilir," ujar Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi kepada Selasa 26/1.Agung enggan menjawab ketika ditanya mengenai kondisi pasokan batu bara untuk pembangkit PLN. Ia juga tidak menjawab saat ditanya antisipasi Kementerian ESDM mengenai kondisi tersebut. Sebelumnya, Faisol menuturkan pemadaman listrik bergilir disebabkan pasokan batu bara tidak stabil. Informasi tersebut disampaikan Faisol melalui unggahan di akun Instagram resminya, faisol8418."Situasi listrik nasional kita hari ini sudah prihatin. Kemungkinan akan ada pemadaman secara bergilir karena pasokan batu bara yang tidak stabil," dihubungi lebih lanjut, ia menjelaskan harga batu bara dan ekspor batu bara sekarang sangat tinggi. Imbasnya, banyak pengusaha lebih memilih menjual batu bara mereka ke pasar luar negeri ketimbang kepada PT PLN Persero.[GambasVideo CNN]Di sisi lain, PLN tidak berani menaikkan harga batu bara dalam negeri karena khawatir mendapatkan sorotan dari Badan Pemeriksa Keuangan BPK. Sementara itu, harga batu bara dalam negeri jauh di bawah harga tersebut membuat ketersediaan batu bara dalam negeri tidak stabil. Sedangkan, PLN membutuhkan batu bara untuk menyuplai sejumlah pembangkit listriknya."Di lain pihak ada masalah bencana alam seperti banjir di Kalimantan Selatan, sehingga suplai batu bara menjadi terhambat," itu, pembangkit listrik milik PLN memang masih didominasi oleh Pembangkit Listrik Tenaga Uap PLTU berbahan bakar batu bara. Karenanya, tak heran jika Faisol menilai kondisi listrik nasional data dari bahan paparan PLN kepada Komisi VII DPR pada November 2020 lalu, disebutkan porsi PLTU masih mayoritas, yakni 50,4 persen atau kapasitas oleh pembangkit Energi Baru Terbarukan EBT sebesar 12,6 persen atau kapasitas MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas PLTG sebesar 10,7 persen atau kapasitas MW. ulf/bir
Pemadamanini dilakukan lantaran adanya gangguan pada salah satu mesin di PLTD Weda, yang menyebabkan terjadinya kekurangan pasokan daya sebesar 200 KW. Kepala PLN Weda Ahmad Zulfikar mengatakan, pemadaman bergilir ini berlaku untuk Wilayah Weda, Weda Tengah, Weda Utara dan Weda Timur.
- Jakarta, Agung Murdifi, Executive Vice President Corporate Communication and CSR Perusahaan Listrik Negara PLN angkat suara terkait kabar yang menyebutkan akan terjadi pemadaman listrik bergilir hingga bulan Maret 2021. Menurutnya, PLN terus berkomitmen menjaga ketersediaan dan keandalan listrik bagi masyarakat. Pihaknya juga memastikan langkah terbaik tetap dilakukan PLN guna memastikan hal tersebut, termasuk menjaga ketersediaan energi primer alias listrik untuk masyarakat. Kepastian itu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan risiko pasokan batubara yang terkendala akibat cuaca dan bencana alam banjir yang masih terus terjadi. Dalam mengantisipasi risiko pasokan batubara yang terkendala, PLN berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah dan seluruh pemasok batubara. “Untuk mengantisipasi pasokan batubara akibat adanya bencana alam banjir yang masih terus terjadi, PLN secara intensif melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah dan seluruh pemasok batubara ,” ujarnya dalam keterangan tertulis seperti dilansir redaksi pada Jumat 29/1/2021. PLN yakin bahwa langkah koordinasi yang dilakukan didukung oleh semua pihak. Dukungan tersebut akan berdampak pada kelangsungan dan keandalan pasokan listrik bagi seluruh masyarakat. “Kami optimis dan percaya semua pihak akan mendukung upaya PLN dalam menjamin kelangsungan dan keandalan pasokan listrik untuk memastikan kepentingan nasional dan kepentingan seluruh bangsa Indonesia,” tutupnya. Sebelumnya, Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mendesak PT PLN Persero untuk menjaga stabilitas operasi ketenagalistrikan bagi masyarakat, meskipun harga batu bara internasional naik. Mulyanto menolak kenaikan harga batu bara dijadikan alasan bagi PLN untuk melakukan pemadaman listrik secara bergilir hingga Maret 2021. "Kenaikan harga batu bara internasional terdongkrak naik, tentu akan diikuti dengan kenaikan HBA harga batu bara acuan, yang diterbitkan pemerintah. Sudah barang tentu PLN akan mengacu pada HBA. Ini kita pahami bersama. Namun apakah kenaikan HBA akan langsung berdampak pada pemadaman bergilir?” jelas Mulyanto dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi pada Kamis 28/1/2021. K5JAEus.